Tampilkan postingan dengan label Afghanistan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Afghanistan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juni 2010

Dalam Sehari Dua Helikopter NATO Jatuh di Afghanistan

Militer kafir AS di Afghanistan telah memberikan konfirmasi mengenai sebuah helikopter militer yang mengalami "kecelakaan" dan terjatuh di provinsi Paktia. Statemen dirilis pada Senin (31/5) oleh NATO yang mengatakan bahwa helikopter mereka mengalami kecelakaan dan terjatuh di distrik Meydan, namun statemen tidak dilengkapi dengan keterangan mengenai tentara yang menjadi korban dalam insiden ini.

Menurut statemen, tidak ada seorang pun yang tewas dalam insiden ini.

Namun jurubicara Imarah Islam Afghanistan (IIA), Zabiullah Mujahid mengatakan bahwa helikopter tersebut diserang mujahidin dan mujahidin berhasil menembak jatuh, seluruh tentara yang berada di dalamnya tewas ditempat kejadian.

Qari Yousuf Ahmadi, jurubicara IIA lainnya mengatakan bahwa helikopter lainnya milik tentara kafir AS juga terjatuh di distrik Howz-e-Madad, provinsi Kandahar dan 7 tentara yang berada di dalamnya tewas di tempat.

NATO menolak memberikan komentar atas klaim dua jurubicara IIA ini.
Arrahmah

Sabtu, 06 Februari 2010

NATO Ramalkan Untuk Bertempur Habis-Habisan Di Afghanistan

Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, pada hari Jumat (5/2) memperkirakan akan ada lebih banyak pertempuran di Afghanistan. "Militan dan teroris akan terus berusaha untuk membunuh prajurit Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) dan tentara Afghan yang tidak bersalah," kata Rasmussen dalam pertemuan informal para menteri pertahanan NATO dengan negara kontributor ISAF non-NATO di Istanbul.

Pada konferensi pers yang dilakukan tak lama setelah pertemuan, pemimpin NATO ini mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang akan bisa disaksikan pertunjukan kemampuan militer Afghanistan yang didukung NATO melalui serangkaian operasi di Helmand Tengah.

Namun, ia tidak memberikan rincian mengenai operasi militer itu dengan alasan keamanan. Namun, ia bersumpah bahwa "terorisme tidak akan menemukan tempat berlindung yang aman" di Afghanistan.

Dia juga mengatakan bahwa 36 negara telah memberikan kontribusi ISAF sekarang menawarkan pengiriman lebih banyak pasukan ke Afghanistan.

"Puluhan ribu pasukan tambahan saat ini sedang disebarkan ke Afghanistan," tambahnya.

Menurut NATO, terdapat 43 negara yang telah menyumbang total 85.795 pasukan untuk ISAF di Afghanistan.

ISAF telah ditempatkan sejak tahun 2001 di bawah kekuasaan Dewan Keamanan PBB untuk membantu pemerintah Afghanistan dalam pemeliharaan keamanan di Kabul dan sekitarnya.

NATO mengambil komando ISAF pada Agustus 2003 setelah menerima permintaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah Afghanistan.

Rasmussen berkata "Jumlah dan kemampuan pasukan keamanan Afghanistan saat ini terus berkembang. Pelatihan Misi NATO di Afghanistan sekarang sudah mulai dilakukan dan berjalan sebagaimana mestinya."

"Dan transisi ke militer Afghanistan akan mulai tahun ini," tambahnya.

"Tidak diragukan akan 2010 akan menjadi tahun yang menantang ... Tahun ini juga merupakan tahun dimana kami harus mulai melihat masa depan Afghanistan terbentuk," katanya.

Rasmussen pun melanjutkan ucapannya, "NATO dan mitra kami akan memainkan peran maksimal dalam membuat masa depan menjadi kenyataan."

Berbicara tentang transisi di Afghanistan, ia menegaskan "akan didasarkan pada kondisi di lapangan, bukan kalender. Kondisi itu bisa jadi kondisi politik dan militer."

"Tentu saja, semua ini akan dilakukan melalui konsultasi yang erat dengan pemerintah Afghanistan dan para pemilik kepentingan internasional," tambahnya.

Para menteri pertahanan dan perwira senior militer dari 44 negara berkumpul untuk pertemuan dua hari yang berfokus pada isu Afghanistan.

Rasmussen mengatakan, "Kami di sini untuk membicarakan operasi kami di Afghanistan. Setelah kesulitan tahun 2009, kami akan melihat momentum baru pada tahun 2010. Dan itu sudah dimulai."

Tak ketinggalan Presiden tuan rumah Abdullah Gul menghadiri pertemuan informal itu di mana para menteri pertahanan NATO bertemu dengan mitra ISAF non-sekutu untuk bertukar pandangan mengenai operasi di Afghanistan.

Source: http://arrahmah.com

Sabtu, 19 Desember 2009

NATO Bunuh 3 Sipil Lewat Serangan Udaranya Di Afghanistan Selatan

http://www.arrahmah.com/images/stories/09/y166102399488040.jpg

Sebuah helikopter NATO menewaskan tiga warga sipil dan melukai empat lainnya dalam serangan udara di provinsi Kandahar di Afghanistan selatan, kata pemerintah provinsi pada hari Jumat (18/12).

Tembakan yang berasal dari helikopter salibis itu mengenai sebuah minibus di jalan raya Kandahar-Uruzgan di distrik Shawali Kot sekitar pukul 11 hari Kamis, menewaskan tiga orang, melukai seorang perempuan dan tiga anak-anak, menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh gubernur provinsi.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin oleh NATO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim untuk menyelidiki laporan mengenai korban sipil dalam operasi.

"Laporan operasional awal menunjukkan bahwa ada seorang laki-laki tak dikenal yang sedang menempatkan sebuah IED di tepi jalan," ISAF berkilah melalui pernyataan. "Setelah menembak orang itu dari helikopter, kebetulan ada sebuah mobil yang dikendarai oleh warga sipil melewati titik dimana IED itu ditanam."

Korban sipil telah meningkat di Afghanistan pada tahun 2009.

Pada 8 Desember lalu, ratusan warga Afghanistan melakukan aksi protes di provinsi Laghman timur atas operasi NATO yang menewaskan enam warga sipil. Namun ISAF menolak tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa semua yang tewas akibat ulahnya adalah mujahidin.

Source http://arrahmah.com