Sabtu, 06 Februari 2010

Ulama Besar Mesir Haramkan Facebook



http://www.arrahmah.com/images/stories/10/328471.jpg

Pemimpin agama terkemuka Mesir mengeluarkan fatwa larangan penggunaan Facebook. Penggunaan Facebook dinilai ada korelasi dengan tingkat perselingkuhan serta perceraian. “Statistik menunjukkan bahwa tingkat rata-rata perceraian meningkat sejak hadirnya Facebook dan perselingkuhan semakin marak,” ujar Sheikh Abdel Hamid al-Atras.

“Ini adalah instrumen yang menghancurkan nilai-nilai sendi keluarga karena mendorong masing-masing pasangan untuk memiliki hubungan dengan orang lain yang mana akan meretakkan hukum syariah Islam,” tambah al-Atrash.

Dia adalah Kepala Tim Komisi Fatwa di Universitas Al-Azhar Kairo. “Sementara salah satu pasangan sedang bekerja, lainnya berkomunikasi (chatting) online dengan orang lainnya, menghabiskan waktu dan meruntuhkan syariah. Hal tersebut membahayakan keluarga muslim,” ujar al-Atrash.

Maklumat tersebut diikuti dengan publikasi awal pekan ini tentang studi yang mengklaim bahwa satu dari lima perceraian di Mesir terjadi karena diakibatkan oleh hubungan komunikasi di Facebook atau situs jejaring sosial lainnya.

“Seperti halnya televisi satelit, situs jejaring sosial adalah pedang bermata pisau ganda,” tandas al-Atrash.

“Sementara mereka mengizinkan penyebaran Islam tetapi mereka juga memberikan kemampuan kepada orang untuk menjalani hubungan cinta yang terlarang. Inilah alasan siapapun yang menggunakan situs semacam itu dipertimbangkan sebagai pendosa,” tambah al-Atrash.

Source:http://arrahmah.com

Kamis, 04 Februari 2010

AS Nyatakan Siddiqui Bersalah

AS menyatakan Aafia Siddiqui, seorang Muslimah yang dituduh membunuh dua interogatornya (agen FBI dan tentara AS-red) dan dimasukkan ke penjara di Afghanistan pada 2008 dinyatakan bersalah.

Pengadilan New York menyatakan bahwa AAfia "terbukti" bersalah pada Rabu (3/2), tiga hari setelah 12 anggota juri membicarakan dan mengurus kasusnya.

Siddiqui (37), didakwa dengan tujuh pasal termasuk pembunuhan dan penyerangan.Ia dituntut penjara seumur hidup.

Saat para juri keluar dari ruang sidang, Siddiqui berteriak : "Keputusan ini datang dari Israel, bukan Amerika. Aku tidak menerima ini dan aku memiliki bukti."

Tidak ada fakta

Siddiqui dituduh merampas senjata rifle M-4 yang dimiliki oleh salah seorang interogatornya saat dirinya diinterogasi pada Juli 2008 di provinsi Ghazni dan melancarkan tembakan ke arah agen FBI dan tentara kafir AS.

Keduanya tidak mengalami luka sedikitpun, namun Siddiqui terluka di bagian perut, beberapa peluru bersarang ditubuhnya. AS menuduh dirinya terkait dengan jaringan Al-Qaeda.

Siddiqui (menurut statemen AS) ditangkap oleh polisi Afghanistan, dimana ditemukan beberapa dokumen di dalam tasnya yang menunjukkan akan terdapat serangan besar di New York juga beberapa bahan untuk peledak.

Linda Moreno, pengacara Sidiqui mengatakan tidak ada fakta yang dapat membuktikan tuduhan AS terhadap Siddiqui.

AS menghadirkan enam orang sebagai saksi mata, namun dari keenamnya tak ada satupun yang pernah dilihat oleh Aafia.

Dasar Kaum Kafir....

http://www.arrahmah.com



Rabu, 03 Februari 2010

Belum Juga Ada Keputusan Dalam Pengadilan Aafia Siddiqui

Pada selsa (2/2), tim juri di New York seperti sengaja membuang waktu tanpa menghasilkan keputusan apapun terhadap sidang pengadilan warga Pakistan, Aafia Siddiqui yang dituduh membunuh agen FBI dan tentara AS. Sidang akan dilanjutkan pada hari ini (3/2).

Siddiqui dituduh mengambil senjata rifle M-4 di pos kepolisian di provinsi Ghazni, Afghanistan pada Juli 2008 lalu dua kali melancarkan tembakan ke arah agen FBI dan tentara AS ketika mereka menginterogasi Aafia. Lalu keduanya mengklaim menyerang balik Aafia dan menembaknya dibagian perut untuk "melindungi" diri.

Minggu lalu, Siddiqui mengatakan mengenai kepindahannya ke sebuah penjara rahasia oleh tentara kafir AS dan dimasukkan ke sebuah ruangan ketika dirinya ditembak. "Aku mengatakan apa yang aku ketahui. Aku berjalan ke sebuah ruangan. Aku ditembak dan ditembak lagi," ujar Aafia memberikan kesaksian.

Pengacara Aafia, Linda Moreno mengatakan kesaksian ahli mendukung testimoninya bahwa Aafia tidak terbukti memegang senjata ataupun menembakkannya.

"Dimana letak lubang peluru? Tidak terbukti bahwa senjata rifle M-4 tersentuh Dr. Aafia Siddiqui pada saat itu," ujarnya seperti yang dilansir The Wall Street Journal.

Siddiqui hilang dari Karachi bersama ketiga anaknya pada 30 MAret 2003. Satu hari setelah harian lokal mengatakan bahwa dirinya ditangkap dan dipenjara dengan tuduhan "terorisme".

Pejabat AS mengklaim bahwa ia ditangkap pada 17 Juli 2008 oleh tentara Afghan di provinsi Ghazni. Publik meyakini bahwa tahanan dengan nomor 650 di dalam penjara Bagram adalah dirinya.

Source : http://www.arrahmah.com

Ngapain sih ngurusin Palestina ( Good Reading )

Ngapain sih repot-repot turun kejalan mendukung Palestina, bikin macet jalan doang??!pake kibar-kibarin bendera mereka lagi….
Kalau ada ribut-ribut di negara-negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap Negara tersebut. Misalnya hari ini ketika Palestina diserang. Ngapain kita (Indonesia) sibuk sendiri ?



Btw, buat yang kepikir kayak gitu

Semoga info berikut membantu menyadarkan kita (Bangsa besar Indonesia)

kita sebagai orang Indonesia malah berhutang dukungan untuk Palestina dan negara arab lain.

Dari sumber yang saya peroleh (insyaallah shahih);

Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

Temen-temen tau tidak bahwa gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:

".., pada 6 September 1944, Radio B erlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga menyiarkan." Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI.

Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .."

Temen-temen. ...berapa uang kita yang sudah diperuntukan kepada mereka yang dulu telah membantu moyang kita...?????

Dukungan Mengalir Setelah Itu

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah.

Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah putih –tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.

Temen-temen gimana rasannya saat melihat bendera kita di kibarkan oleh bangsa lain dengan kesadaran penuh menunjukan rasa solidaritasnya. ..???? karena mereka peduli

Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:

"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain."

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita.

Temen-temen, setelah baca cerita ini sayapun tidak memaksa (kalau merasa keberatan) untuk turun kejalan, memberi sumbangan dana atau apalah namannya.

Saya juga belum paham betul duduk permasalah yang begitu ruwet di palestina. Setidaknya kita diingatkan bahwa kenikmatan kita hari ini, tidak lepas dari bantuan moyang mereka jua………….dan saya hanya menegur diri saya sendiri, bahwa disana (palestina) sedang ada musibah kemanusiaan. Sebagaimana Indonesia puluhan tahun yang lalu.

One man one dollar to save palestina!!!!

Source : http://www.dudul.org